Masalah Ten Hag Semakin Dalam Saat City Mengalami Kerusuhan di Old Trafford

Hei, kamu penggemar Man United? Jika iya, pasti hatimu hancur berkeping-keping saat melihat kekalahan telak dari rival abadi, Man City, di Old Trafford kemarin malam. Skor akhir 0-3 terasa seperti mimpi buruk yang tak ada habisnya bagi Setan Merah.

Sejak awal musim ini, Man United memang sudah terlihat kacau balau di bawah asuhan pelatih anyar Erik ten Hag. Meski sempat menang melawan Liverpool, kekalahan dari City kemarin membuat posisi ten Hag semakin terpojok. Semua orang bertanya-tanya, mampukah sang pelatih asal Belanda itu membalikkan situasi sebelum musim ini berakhir dengan tragis?

Jika kamu penasaran dengan jawabannya, ikuti terus perjalanan Man United di musim ini. Kita lihat saja, apakah Setan Merah bisa bangkit kembali atau justru semakin tenggelam di bawah kepemimpinan ten Hag. Semoga saja kejadian di Old Trafford kemarin hanya sebuah mimpi buruk dan tidak berlanjut ke pertandingan-pertandingan selanjutnya. Amin!

Kekalahan Telak United Dari City 0-3 Di Old Trafford

Kekalahan telak United dari City 0-3 di Old Trafford

Kekalahan telak ini semakin memperdalam masalah Erik ten Hag sebagai manajer anyar Manchester United. Setelah kerusuhan di Old Trafford dan kekalahan dari Brighton pekan lalu, Setan Merah dipermalukan oleh rival sekota mereka, Manchester City, dengan skor 0-3.

Serangan City terlalu cepat dan tajam

The Citizens mendominasi pertandingan sejak menit awal. Mereka mampu mencetak dua gol di babak pertama lewat Erling Haaland dan Phil Foden. Serangan demi serangan yang dilancarkan City, membuat lini pertahanan United kewalahan.

United kekurangan kreativitas

United kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Mereka kekurangan kreativitas di lini serang. Pemain seperti Jadon Sancho dan Marcus Rashford gagal menunjukkan eksistensi mereka. Cristiano Ronaldo yang masuk sebagai pemain pengganti juga tidak bisa berbuat banyak.

Tekanan semakin berat di bahu Ten Hag

Tekanan semakin berat di bahu Erik ten Hag. Ia dituntut untuk segera mencari solusi atas permasalahan United saat ini. Jika tidak, bisa jadi ia akan segera dipecat seperti pendahulunya. Ia perlu melakukan sesuatu untuk membangkitkan mental para pemain dan menciptakan strategi yang lebih matang. Jika tidak, musim ini bisa jadi akan sangat panjang bagi Setan Merah.

Penampilan Buruk Setan Merah Tanpa Ide Dan Kreativitas

Setelah kekalahan yang memalukan di derby Manchester, posisi Erik ten Hag sebagai manajer Setan Merah semakin terancam. Penampilan tanpa ide dan kreativitas dari para pemain Manchester United saat kalah 0-3 dari rival sekota, Manchester City, di Old Trafford pada Minggu sore tampaknya telah memperdalam masalah yang dihadapi Ten Hag.

Kekurangan kreativitas

Salah satu masalah terbesar adalah ketiadaan kreativitas dalam penyerangan. Pemain depan seperti Marcus Rashford dan Anthony Martial tampak kehilangan inspirasi dan kepercayaan diri. Mereka jarang menciptakan peluang berbahaya dan sering terlihat kewalahan menghadapi bek lawan.

Tanpa ide yang jelas

Selain itu, tim tampak tidak memiliki ide permainan yang jelas. Mereka kesulitan membangun serangan dan jarang melakukan umpan terarah ke rekan satu tim di area pertahanan lawan. Hal ini membuat serangan United mudah dibaca dan diantisipasi.

Pertahanan yang buruk

Di lini belakang, Lisandro Martinez dan Raphael Varane tampak kewalahan menghadapi duet Erling Haaland dan Phil Foden. Mereka kerap dikalahkan dalam duel 1-1 dan kesulitan membaca pergerakan pemain lawan. Hal ini berkontribusi pada kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri.

Jelas Ten Hag perlu segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini dan menyelamatkan pekerjaannya. Jika United terus bermain buruk dan kalah dalam beberapa pertandingan mendatang, posisinya mungkin tidak akan bertahan lama.

Erik Ten Hag Dihujani Kritik Atas Manajemen Tim Yang Buruk

Erik Ten Hag mendapatkan kritik pedas atas pengelolaan tim yang buruk pada pertandingan melawan Man City. Para penggemar dan pakar sepakbola menghujani pelatih anyar Man United itu dengan kritikan karena strategi dan formasi yang dipilihnya dinilai keliru.

Ten Hag dipersalahkan karena memasukkan formasi yang salah dan tidak tepat untuk melawan City. Formasi 4-2-3-1 yang dipilihnya tidak berhasil menghentikan serangan dari sayap kiri City. Para pemain sayap seperti Foden dan Cancelo dibiarkan bebas menguasai area tersebut. Hal ini menyebabkan pemain belakang seperti Dalot kewalahan menjaga daerah sebelah kanan.

Selain itu, Ten Hag juga disalahkan karena terlalu bergantung pada pemain muda seperti Garnacho dan Elanga. Keduanya masih belum siap untuk diturunkan pada laga sebesar ini. Seharusnya Ten Hag memainkan pemain senior yang lebih berpengalaman seperti Ronaldo atau Greenwood.

Ten Hag juga dikritik karena kurangnya penyesuaian strategi di babak kedua. Setelah kebobolan dua gol di babak pertama, seharusnya Ten Hag melakukan perubahan formasi dan pergantian pemain untuk mengejutkan City. Sayangnya hal itu tidak terjadi dan City dengan mudah mencetak gol ketiga.

Kritik yang ditujukan kepada Ten Hag memang wajar mengingat performa buruk yang ditunjukkan timnya. Namun, para penggemar juga harus bersabar dan memberikan kesempatan kepada pelatih asal Belanda itu. Ten Hag baru beberapa bulan menangani Setan Merah dan masih dalam tahap adaptasi. Penggemar harus tetap mendukungnya agar bisa membawa Man United kembali ke masa kejayaannya.

Tekanan Semakin Berat Di Pundak Ten Hag Usai Kekalahan Memalukan

Setelah kekalahan memalukan di derby Manchester, tekanan semakin berat di pundak Erik ten Hag. Pelatih baru Setan Merah itu tampak kewalahan menghadapi badai yang menerjang timnya. City menggilas United dengan skor telak 3-0 di Old Trafford, tempat yang biasanya menjadi benteng Setan Merah.

Permainan United tampak kacau balau. Mereka kehilangan arah dan ritme. Pemain Setan Merah seolah kebingungan dengan gaya permainan yang dituntut Ten Hag. Hal itu wajar mengingat pelatih asal Belanda itu baru beberapa bulan melatih United. Dia masih dalam tahap mengenal skuat dan menerapkan gaya permainannya.

Masalahnya, hasil buruk terus berdatangan. Setelah dikalahkan Brighton dan Brentford, kini giliran City yang menghajar United. Tekanan dan sorotan semakin menyorot Ten Hag. Dia dituntut segera membangun kepercayaan diri pemain dan menciptakan gaya permainan yang solid.

Jika tren buruk ini terus berlanjut, posisi Ten Hag bisa terancam. Apalagi jika United gagal lolos ke Liga Champions musim depan, bisa jadi manajemen Setan Merah mempertimbangkan kembali keputusan mereka mempekerjakan Ten Hag.

Ten Hag perlu bertindak cepat. Dia harus segera memperbaiki lini pertahanan United yang berantakan. Setan Merah juga perlu mendatangkan pemain baru, terutama gelandang kreatif, untuk mendukung gaya permainan yang diinginkan Ten Hag. Jika hal itu bisa dilakukan, peluang Ten Hag untuk sukses di Old Trafford masih cukup terbuka. Namun jika hasil buruk terus berlanjut tanpa ada perbaikan, masa depan Ten Hag di United bakal semakin diragukan.

Apakah Ini Awal Dari Akhir Bagi Ten Hag Sebagai Manajer United?

Apakah ini awal dari akhir bagi Erik ten Hag sebagai manajer Manchester United? Setelah kekalahan memalukan 0-3 dari rival sekota Manchester City di Old Trafford, tekanan pada manajer asal Belanda itu semakin meningkat.

Dengan kerusuhan yang meletus di stadion dan para pendukung yang meninggalkan pertandingan lebih awal karena frustasi, ini adalah hari yang sangat buruk bagi Ten Hag dan timnya. Pemain United tampak kewalahan dan tidak berdaya menghadapi serangan demi serangan dari City. Mereka tidak memiliki jawaban atas gaya permainan yang dimainkan Pep Guardiola.

Ten Hag membutuhkan waktu untuk membangun timnya, namun kekalahan seperti ini akan merusak moral para pemain dan membuat keraguan semakin menjadi-jadi. Dia membutuhkan hasil yang lebih baik dan cepat untuk menenangkan semua orang di klub agar dapat fokus pada tugas yang ada di depan.

Jika hasil buruk terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, posisi Ten Hag mungkin akan goyah. Para pemilik klub tidak akan ragu-ragu untuk memecatnya jika mereka merasa dia tidak memiliki jawaban atas masalah yang ada. Ten Hag perlu membuktikan bahwa dia layak diberi kesempatan untuk membangun kembali klub.

Dia harus mulai mendapatkan hasil positif secepatnya. Kemenangan atas Everton, Tottenham dan Chelsea di akhir bulan ini akan membantu meredakan tekanan dan memberinya waktu tambahan. Jika United kalah di semua pertandingan itu, masa depan Ten Hag di Old Trafford tampak suram. Para pendukung akan kehilangan kesabaran dan pemilik mungkin akan mempertimbangkan untuk mencari penggantinya.

Ini adalah saat yang genting bagi Ten Hag. Dia butuh tindakan segera untuk memutar keadaan dan menyelamatkan tim serta karirnya sendiri di Manchester United.

Jadi, apa yang bisa kita simpulkan dari semua ini? Pertama, Manchester United berada dalam masalah besar dan masih jauh dari kebangkitan yang dijanjikan Erik ten Hag. Kedua, para pemain Setan Merah tampak kehilangan semangat dan kepercayaan diri. Mereka seperti kehilangan jati diri. Ketiga, suporter Setan Merah sudah kehilangan kesabaran dan kepercayaan pada manajemen klub. Tuntutan pergantian pemilik klub semakin keras terdengar.

Keempat, apapun yang terjadi, ten Hag perlu segera menemukan solusi atas masalah ini. Dia perlu membangun kembali mental para pemain dan kepercayaan suporter. Jika tidak, musim ini bisa jadi akan menjadi yang tersulit dalam sejarah Manchester United. Kini, hanya waktu yang bisa menjawab apakah ten Hag mampu membawa Setan Merah kembali ke jalur kejayaan atau justru semakin tenggelam dalam keterpurukan.


Posted

in

by

Tags:

Comments

0 responses to “Masalah Ten Hag Semakin Dalam Saat City Mengalami Kerusuhan di Old Trafford”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *